Tentang dokumen ini
Perjanjian pembayaran cicilan adalah dokumen yang memecah satu hutang menjadi beberapa angsuran bertanggal, lengkap dengan jumlah tiap cicilan dan sisa yang tersisa setelah setiap pembayaran. Dokumen ini sering dibuat ketika peminjam tidak sanggup melunasi sekaligus, atau ketika cicilan sebelumnya macet dan kedua pihak ingin menyusun jadwal baru yang lebih realistis. Intinya, semua orang tahu persis harus membayar berapa, kapan, dan berapa sisa hutangnya.
Panduan ini bersifat umum, bukan nasihat hukum, dan tanpa jaminan keabsahan di semua situasi. Namun jadwal cicilan yang tertulis dan ditandatangani sangat membantu kedua pihak: pemberi pinjaman bisa memantau angsuran yang masuk, dan peminjam punya target yang jelas. Simpan perjanjian ini bersama bukti transfer tiap cicilan agar tercatat berapa yang sudah dibayar dan berapa yang masih terhutang.
Kapan digunakan
- Peminjam tidak sanggup membayar sekaligus dan kalian sepakat membaginya menjadi angsuran bulanan.
- Cicilan sebelumnya macet dan kalian ingin menyusun jadwal baru yang lebih ringan — misalnya sisa Rp24.000.000 dibagi 12 bulan.
- Anda menjual barang secara cicilan kepada kenalan dan ingin jadwal pembayarannya jelas.
- Beberapa pinjaman digabung menjadi satu total, lalu dipecah kembali menjadi angsuran bertanggal.
- Anda ingin setiap pembayaran tercatat beserta sisa hutang, supaya tidak ada perdebatan berapa yang tersisa.
Kapan sebaiknya tidak digunakan
- Jika hutang akan dilunasi sekali bayar — perjanjian cicilan tidak diperlukan, cukup catat tanggal pelunasannya.
- Jika jumlahnya sangat besar atau ada jaminan — lebih aman meminta profesional menyusun dokumennya.
- Jika Anda rutin menjual secara kredit layaknya usaha — ada aturan khusus di banyak negara, jadi konsultasikan dulu.
- Jika peminjam sudah benar-benar tidak mampu membayar berapa pun — yang dibutuhkan pembicaraan ulang, bukan jadwal baru yang tetap mustahil.
Informasi yang perlu disiapkan
- Nama lengkap dan nomor KTP kedua pihak
- Alamat dan nomor kontak kedua pihak
- Total hutang yang akan dicicil, ditulis dalam angka dan huruf
- Jumlah setiap cicilan dan berapa kali angsuran
- Tanggal jatuh tempo tiap cicilan — misalnya setiap tanggal 5
- Cara pembayaran — transfer bank, e-wallet, atau tunai
- Bunga jika ada, dan bagaimana dihitung terhadap sisa hutang
- Kesepakatan jika satu cicilan terlambat atau gagal dibayar
Klausul yang tercakup
Para pihak
Siapa yang membayar cicilan dan siapa yang menerimanya, lengkap dengan identitas.
Total hutang
Jumlah keseluruhan yang akan dicicil, ditulis dalam angka dan huruf.
Jumlah dan jumlah cicilan
Besar tiap angsuran dan berapa kali pembayaran hingga lunas.
Jadwal jatuh tempo
Tanggal jatuh tempo setiap cicilan, bukan sekadar 'setiap bulan'.
Sisa hutang
Sisa yang tersisa setelah setiap cicilan, agar kedua pihak selalu tahu posisinya.
Cara pembayaran
Ke mana dan bagaimana membayar — nomor rekening atau e-wallet penerima.
Bunga
Ada atau tidaknya bunga, dan cara menghitungnya terhadap sisa hutang.
Akibat cicilan terlambat
Apa yang terjadi jika satu cicilan lewat tempo — misalnya seluruh sisa jatuh tempo.
Tanda tangan
Tanda tangan kedua pihak beserta tanggal, dan saksi jika ada.
Apa saja yang ditanyakan panduan pengisian
- 1Para pihakWho is providing the money?
- 2JumlahHow much is being provided?
- 3PembayaranWill it be repaid once or in installments?
- 4BungaWill interest apply?
- 5KeterlambatanWhat happens if a payment is late?
- 6Ketentuan tambahanAdditional terms (optional)
- 7TinjauKlausul yang tercakup
- 8EksporExport PDF · Export DOCX
Cara menandatanganinya
Tanda tangani dokumen oleh kedua pihak dan pastikan masing-masing memegang salinannya. Lampirkan tabel cicilan yang memuat nomor angsuran, tanggal jatuh tempo, jumlah, dan sisa hutang — pastikan seluruh cicilan bila dijumlahkan sama persis dengan total hutang, tidak kurang tidak lebih.
Setiap kali cicilan dibayar, catat tanggal pembayaran dan simpan buktinya: bukti transfer bank, tangkapan layar e-wallet, atau kwitansi jika tunai. Perbarui sisa hutang setelah setiap pembayaran dan beri tahu peminjam, misalnya lewat WhatsApp, agar posisi terbaru selalu jelas bagi keduanya.
Untuk jumlah besar, cari tahu apakah dokumen seperti ini biasanya diberi meterai atau dibuat di hadapan notaris di tempat Anda — kebiasaan dan aturannya berbeda di tiap negara.
Kesalahan yang sering terjadi
- Menulis 'dicicil setiap bulan' tanpa tanggal jatuh tempo yang pasti untuk setiap angsuran.
- Jumlah seluruh cicilan tidak pas dengan total hutang — kurang atau lebih dari yang seharusnya.
- Tidak ada kolom sisa hutang, sehingga setelah beberapa cicilan tidak ada yang tahu sisa persisnya.
- Pembayaran yang sudah masuk tidak dicatat, sehingga terjadi perdebatan berapa yang sudah dibayar.
- Menetapkan cicilan terlalu besar di luar kemampuan peminjam, sehingga macet sejak angsuran pertama.
- Tidak menyepakati apa yang terjadi jika satu cicilan terlambat.
Pertanyaan yang sering diajukan
Bagaimana menentukan besar cicilan yang tepat?
Lihat kemampuan bayar peminjam lebih dulu, baru hitung jumlah angsurannya. Cicilan yang terlalu besar akan macet sejak awal, sementara yang terlalu kecil membuat pelunasan berlarut-larut. Pilih titik tengah yang realistis, dan pastikan seluruh cicilan bila dijumlahkan sama dengan total hutang.
Apakah perlu mencantumkan sisa hutang di setiap cicilan?
Sangat disarankan. Kolom sisa hutang membuat kedua pihak selalu tahu berapa yang sudah dibayar dan berapa yang tersisa, sehingga tidak ada perdebatan. Ketika sisanya nol, hutang lunas — jelas bagi semua.
Apa yang terjadi jika satu cicilan terlambat?
Itu bergantung pada apa yang kalian sepakati dan tuliskan. Banyak perjanjian menetapkan bahwa keterlambatan berulang membuat seluruh sisa jatuh tempo. Menuliskan konsekuensinya sejak awal membuat keputusan lebih mudah dan adil bila hal itu benar-benar terjadi.
Bolehkah peminjam membayar lebih besar dari cicilan pada bulan tertentu?
Boleh, dan itu bagus. Tuliskan bahwa kelebihan pembayaran dipakai memotong sisa hutang atau mempercepat cicilan berikutnya. Saat menerima kelebihan, perbarui kolom sisa hutang dan beri tahu peminjam posisi terbarunya.
Apakah perjanjian ini bisa dipakai jika sampai ke pengadilan?
Perjanjian bertanda tangan beserta bukti pembayaran umumnya menjadi bukti kuat adanya hutang dan jadwalnya, tetapi proses dan hasilnya bergantung pada hukum negara masing-masing. Ini informasi umum, bukan nasihat hukum — untuk jumlah besar, konsultasikan dengan pengacara.
Templat ini membantu penyusunan dokumen secara umum dan bukan pengganti nasihat hukum. Ketentuan hukum berbeda-beda menurut yurisdiksi, jenis transaksi, dan situasi masing-masing.